Elon Musk Vs Twitter, Perkembangan Terkait Rencana Pembelian

- 14 Juli 2022, 09:45 WIB
Ilustrasi perselisihan antara Elon Musk dan Twitter
Ilustrasi perselisihan antara Elon Musk dan Twitter /Pixabay/mohamed_hassan/

PORTAL GROBOGAN - Rencana Pembelian Twitter oleh miliarder Elon Musk memasuki putaran baru, bukannya segera berpindah tangan, Musk sebenarnya ingin mundur dari perjanjian senilai Kurang lebih Rp662 Triliun.

Elon Musk tidak ingin membeli platform microblog karena, menurutnya, perusahaan tidak dapat memberikan data tentang jumlah akun palsu atau bot di platform.

Musk memperkirakan bahwa informasi pada akun palsu ini akan memengaruhi kinerja komersial mereka.

Baca Juga: Elon Musk tidak Jadi Beli Twitter, Jika Isu Akun Palsu Tak Ditangani: Kenapa Begitu?

"Twitter secara material melanggar beberapa perjanjian dalam perjanjian, ia tampaknya membuat deklarasi yang salah dan menyesatkan yang menurutnya Tuan Musk andalkan ketika masuk ke perjanjian merger," kata Elon Musk dalam sebuah file yang diajukan ke pengadilan, dikutip dari Reuters pada 14 Juli 2022.

Akun bot juga merupakan salah satu masalah yang ingin diperbaiki oleh Musk ketika membeli Twitter.

Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng, Ini 4 Daftar Perusahaan Milik Elon Musk, Salah Satunya SpaceX

Dalam sebuah tweet, ia pernah mempertanyakan pernyataan Twitter bahwa lebih dari 95 persen pengguna mereka adalah manusia sungguhan.

"Twitter mengatakan bahwa 95 persen pengguna aktif harian adalah manusia sungguhan. Ada yang memiliki pengalaman serupa?" Cuit Musk, sambil memasukkan pilihan jajak pendapat emoji dan robot.

Bos Tesla dan SpaceX juga memperkirakan bahwa Twitter tidak memenuhi kewajiban mereka untuk mempertahankan pertanyaan substansial yang sekarang ada di perusahaan, salah satunya menyangkut bakat atau talent.

Halaman:

Editor: Suci Lestari

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah