Kalah dari Elena Rybakina di Wimbledon 2022, Ons Jabeur Sempat Bayangkan Menang

- 11 Juli 2022, 10:10 WIB
Kalah dari Elena Rybakina di Wimbledon 2022, Ons Jabeur Sempat Bayangkan Menang
Kalah dari Elena Rybakina di Wimbledon 2022, Ons Jabeur Sempat Bayangkan Menang /Instagram @onsjabeur/

PORTAL GROBOGAN - Wimbledon 2022 berakhir dengan kemenangan Elena Rybakina, petenis Kazakhstan berusia 23 tahun.

Ons Jabeur dikalahkan Elena dengan membuat serangan balik, meski sempat bayangkan berbicara di depan audiens Centre Court sambil memegang trofi juara Wimbledon 2022.

Akan tetapi tentunya hal itu, hanya jadi angan karena yang memegang trofi juara bukanlah Ons Jabeur melainkan lawannya, Elena Rybakina.

Baik Ons Jabeur dan Rybakina sama-sama berusaha menjadi orang pertama di negaranya yang menjuarai kompetisi tenis bergengsi Wimbledon 2022 dan sekaligus Grand Slam.

Baca Juga: Elena Rybakina Tampil Jadi Juara di Wimbledon 2022 Usai Bantai Ons Jabeur

Bahkan jika menang, Jabeur bisa menjadi petenis Arab dan Afrika pertama yang menjuarai turnamen utama tenis tersebut.

Setelah pertandingan, Ons mengatakan, "Elena mencuri gelar saya," dan mengatakannya saat penyerahan trofi usai kalah dari Elena yang lebih muda 4 tahun darinya.

Petenis berusia 27 tahun itu juga tidak berhasil membawa pulang trofi juara dan membuat rakyat Tunisia dan Arab nikmati sukses juara Grand Slam sambil merayakan Idul Adha.

Baca Juga: Kejutkan Wimbledon 2022, Tatjana Maria Masuk Semifinal Usai Melahirkan 15 Bulan Lalu

Jabeur mengaku sangat menginginkan gelar itu dan melanjutkan bahwa mungkin karena terlalu menginginkannya, ia menjadi gagal mendapatkannya.

Jabeur mengaku ia sudah melakukan segalanya sejak awal tahun agar benar-benar fokus kepada turnamen ini.

Ia dengan jenaka bahkan mengaku punya foto trofinya dalam ponselnya sendiri, ia juga dapatkan support dari pendukungnya di Centre Court yang banyak.

Baca Juga: Alami Cedera, Rafael Nadal Ragu Bisa Main di Semifinal Lawan Kyrgios di Wimbledon 2022

Lapangan utama tersebut diketahui berkapasitas 15.000 orang. Dukungan untuk Jabeur terdengar dari para penonton yang terus meneriakan "Yalla, Yalla Ons".

Bahkan ketika Rybakina membuat suatu kesalahan, penonton yang mendukung Jabeur bersorak demi Jabeur.

Akan tetapi, sorakan itu sama sekali tak mengganggu konsentrasi Elena. Petenis Kazakhstan tersebut sangat gigih untuk terus bertempur sampai menjadi juara.

Jabeur mengaku menyesali pengembalian bolanya pada pukulan terakhir, sehingga Rybakina dapat memenangkan laga final ini.

Padahal beberapa kali dia memiliki kesempatan untuk melumpuhkan servis Rybakina yang membuat total 29 pukulan.

Senjata andalan Rybakina adalah servis kencang yang membuat dia bisa menyusul ketertinggalan satu set dari Jabeur.

sebelum akhirnya Rybakina merampas dua set berikutnya dengan menghujani Jabeur dengan rangkaian servis geledeknya.

Meskipun tidak jadi juara, petenis asal Tunisia itu tahu dirinya sudah membuat rakyat Tunisia dan jutaan orang di seluruh dunia berbahagia.

Ia percaya hanya soal waktu dia bisa masuk daftar pemain yang menjuarai Grand Slam.

Terakhir, Jabeur mengatakan bahwa ia berusaha menginspirasi generasi di negaranya. Dan ia berharap mereka mendengar ini.***

Editor: Fitria Muna Khoirun Nisak

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini